The Natural Astaxanthin

Is a Powerful Antioxidant

Radikal bebas adalah molekul tidak stabil dan sangat reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan. Mereka dapat dihasilkan secara alami di tubuh kita dengan berbagai aktivitas metabolisme, reaksi enzimatik dan olahraga.
Radikal ini biasanya diproduksi dalam skala yang bisa ditangani antioksidan alami tubuh.1
Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dihadapkan pada radikal bebas yang dihasilkan oleh berbagai sumber lain di lingkungan sekitar kita; misalnya – polusi, merokok, radiasi UV dari matahari dan konsumsi alkohol. Paparan konstan terhadap lingkungan beracun seperti ini menciptakan ketidakseimbangan yang signifikan antara kapasitas antioksidan alami tubuh dan kemampuannya untuk menetralkan radikal bebas. Hasilnya adalah kondisi merusak yang disebut “stres oksidatif”.1
Sederhananya, antioksidan adalah molekul yang bekerja melawan oksidasi sel. Mereka cukup stabil untuk menawarkan elektron ke radikal bebas dan karenanya
membantu menetralisirnya. Mereka memberikan perlindungan terhadap efek merusak dari radikal bebas.2
Astaxanthin adalah antioksidan dan antiinflamasi yang paling kuat yang diketahui sains hingga saat ini. Kekuatannya berasal dari strukturnya yang unik yang
memungkinkannya untuk memadamkan radikal bebas di lapisan dalam dan luar membran sel tidak seperti antioksidan lainnya.1
Astaxanthin alami dari mikroalga, Haematococcus pluvialis, adalah karotenoid alami yang dapat ditemukan dari Danau air tawar di perairan Artik, Eropa utara.1,3
Astaxanthin adalah yang memberi warna merah muda dan merah untuk salmon, udang dan lobster.
Astaxanthin berfungsi untuk melindungi inti sel terhadap radikal bebas.4
Astaxanthin alami memiliki struktur molekul unik yang membuatnya ratusan kali lebih kuat daripada molekul antioksidan lainnya. Karena alasan ini, astaxanthin sering disebut “Gold Antioxidant”.5
Astaxanthin juga terbukti sebagai satu satunya antioksidan yang tidak menyebabkan Prooksidan, yaitu tanpa efek samping dalam penggunaan jangka panjang.

Bagikan :

Referensi Ilmiah:
[1] Janina Dose, Seiichi Matsugo, et al. Free Radical Scavenging and Cellular Antioxidant Properties of Astaxanthin. International Journal of Molecular Science. 2016: 103. [2] K.Ohgami, et al. Effects of Astaxanthin on Lipopolyscaharide- Induceed Inflammation In Vitro and In Vivo. Ophtamology and Visual. 2003:44(6). [3] Ranga Rao Ambati, Siew Moi Phang, et al. Astaxanthin: Sources, Extraction, Stability, Biological Activities, and Itc Commercial Applications- A Review. Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI). 2014: 12(128-152). [4] Alexander M. Wolf, Sadamitsu Asoh, et al. Astaxanthin Protects Mitochondrial Redox State and Functional Integrity Againts Oxidative Stress. The Journal of Nutrional Biochemistry. 2010: 21(5):381-389. [5] Ghazi Hussein, Masami Nakamura, et al. Antihypertensive and Neuroprotective Effects of Astaxanthin in Experimental Animals. Pharmacutical Society of Japan Biology Pharmacology Bulletin. 2005: 28(1):47-52. [6] Sebastian Krawiec. Astaxanthin may improve muscle function and strength in elderly, according to new study publish on http://www.nutritionaloutlook.com/sports-energy/astaxanthin-may-improve-muscle-function-and-strength-elderly-according-new-study. [7] Kupcinskas L. Efficacy of the natural antioxidant astaxanthin in the treatment of functional dyspepsia in patients with or without Helicobacter pylori infection: A prospective, randomized, double blind, and placebo-controlled study. Phytomedicine. 2008 Jun;15(6-7):391-9. doi: 10.1016/j.phymed.2008.04.004. Epub 2008 May 7. [8] Suhn Hyung Kim, et al. Inhibitory Effect of Astaxanthin on Oxidative Stress-Induced Mitochondrial Dysfunction-A Mini-Review. Nutrients. 2018 Sep; 10(9): 1137.Published online 2018 Aug 21. doi: 10.3390/nu10091137. [9] Eiji Yamashita. Astaxanthin as a Medical Food. Functional Foods in Health & Disease Vol 3, No 7 (2013)

Jumlah:

Dosis & Saran Pemakaian:

Astaxanthin 12 mg/ hari adalah dosis paling ideal. Temukan dalam Asta-Gen 12 dengan kandungan Astaxanthin 12 mg di dalamnya!

 

  • Keriput dan Flek Hitam di wajah (12 mg atau 1 kapsul sekali minum).3
  • Atlet atau pekerja keras ( dosis 12 mg atau 1 kapsul sekali minum sesudah makan).4
  • Sering terpapar radikal bebas seperti sinar matahari, polusi & pengawet makanan. (12 mg atau 1 kapsul sekali minum sesudah makan).

Keunikan:

  • Meningkatkan daya tahan otot.6
  • Baik untuk mengatasi masalah ginjal dan penyakit dalam.1-4
  • Mengatasi masalah pencernaan dan terapi bagi pasien dyspepsia.7
  • Meningkatkan kilau alami kulit sekaligus mengatasi keriput di wajah.1
  • Memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah termasuk meningkatkan sirkulasi kapiler serta meningkatkan profil lipid darah.5
  • Meningkatkan kemampuan syaraf , otak dan mental, termasuk didalamnya meningkatkan respons pembelajaran, memori dan mengatasi alzheimer, demensia
    dan menurunkan risiko terkena stroke!5
error: Content is protected !!